2 Belajarlah Lagi, Sayang



Aku ingin kau pahami sepenuhnya, bahwa...
Aku tak dapat lagi kau permainkan
Mungkin dulu...
Kau mampu menaburkan kebahagiaan di atas kebusukanmu
Tapi apakah kau tahu?
Kau tak berhasil menipuku sepenuhnya
Karena di lubuk hati aku sadar akan hal itu
Hanya saja aku tak ingin mengubur cinta terlalu dini
Telah kubiarkan dustamu merasuk
Telah kubiarkan cintamu meraja
Maka sungguh, tiada yang lebih berharga
Selain kehancuranmu
Apabila saat ini kau jumawa dengan derai pengkhianatan
Bersiaplah untuk menerima perih
Belajarlah lebih dalam lagi, sayang...
Betapa kata cinta sangat berharga
Bahkan lebih berharga dari nyawamu sekalipun
[Read More...]


0 Saudaraku Seluruh Dunia



Keselamatan dari Allah ke atas Yang Mulia Muhammad bin Abdullah
Matahari dunia yang menyibak tirai gelap sebuah peradaban
Yang mencecarkan syair pujian tentang keagungan namaNya
Yang penyabar serta pemaaf dari segenap inci pengkhianatan Arabian

Saudaraku muslim seluruh dunia...
Kalianlah umat yang tiada diragukan kehebatannya
Murid setia dari Guru mulia tiada tara
Ditetapkan takdir indah dengan darah dan air mata atas kita
Masih kita ingat betul sejarah Sang Matahari Dunia
Masa beliau dihina dengan lemparan batu atas nama kebencian
Oleh Arabian yang belum membuka mata atas kesucian
Hingga pembawa wahyu Allah menawarkan untuk menimpakan gunung atas mereka
Akan tetapi ingatlah untaian manikam yang terlontar dari bibir beliau,
" Biarlah, mereka lakukan itu karena sejatinya mereka belum mengetahui! "

Lalu beratus tahun kemudian...
Siapalah kita yang hanya murid jauh beliau
Yang belum sempat mencicipi karamah dan kemuliaan sapaannya
Dengan serta merta seakan menanggalkan kemuliaan ajarannya
Kita membunuh insan yang belum tentu bersalah
Atas nama Islam kita membunuh, atas nama Islam kita mengumpat
Lantas di mana keagungan kita, dengan sejarah panjang Rasulullah
Masihkah kita kembali mengingat firman Allah dalam Qur'an
Yang menjelaskan keharusan dijalankannya hukum Qisash?
Tangan dengan tangan, kaki dengan kaki, atau nyawa dengan nyawa

Saudaraku muslim seluruh dunia...
Sadarlah bahwa ada tempat di mana kita harus membunuh
Membunuh bangsa yang membunuh saudara kita di Palestine
Sadarlah bahwa ada pula tempat di mana kita harus berperang
Berperang dengan ideologi melalui media terkini
Yang disuka khalayak dengan selimut bernama drama dan sandiwara
Mengapa kita harus membunuh orang yang menyerang kita dengan ideologi?
Mengapa bukan kita menyerang mereka kembali dengan ideologi kita?
Di sinilah letak sempurna Qisash sesuai firman

Saudaraku muslim seluruh dunia...
Marilah kembali membaca diri, siapa dan bagaimana kita di mata dunia
Bagaimana seharusnya perilaku sesuai titah Muhammad
Cobalah untuk menyerang dengan halus dan tanpa menyinggung
Belajarlah dari bagaimana cara mereka menghajar kita
Balaslah setimpal atas apa yang dilakukan para kafir pada kita
Jangan melebihkan dan jangan mengurangi takaran itu
Mohon maaf atas segala kesalahan,
Jayalah Islam dengan muslim terbaik sepanjang zaman!
Allahu Akbar!
[Read More...]


0 Tuhanku Maafkanlah Aku



Tersibaklah tirai dari sebuah bingkai hidup yang selama ini berdebu
Teronggok begitu saja dalam permainan masa
Merajuk untuk hadirnya tikam demi tikam belati pengkhianatan
Ternyata aku cukup berani untuk mengakuinya,
Bahwa hati ini telah melangkah sedikit lebih jauh dari kabin yang telah terbeli
Tuhanku maafkanlah aku...
Telah kupalingkan pandangan ini pada yang tak semestinya,
Tuhanku maafkanlah aku...
Aku berharap akan rasa yang mungkin tak mungkin kau beri,
Tuhanku maafkanlah aku...
Aku menghirup harum cinta dari kuntum bunga yang belum bertuan,
Tuhanku maafkanlah aku...
[Read More...]


0 Terima Kasih



Saat dian itu redup oleh bayu,
Suluh-suluh ruang hati mulai melantunkan niat untuk memekatkan lubuk
Saat sosok lalu itu mengukuhkan hasrat pada dermaga baru,
Jayalah ia dengan seringai bengis yang membutakan di sisi lain
Pujangga muda bertanya dalam gelap,
Apakah hidup benar-benar dimulai ketika jalan lalu telah jatuh?
Melihat dan mengerti bahwa kisah lalu itu telah menorehkan syair pada lembar hidup baru,
Pujangga muda sadar benar bahwa tiada lagi jalan remang,
Semuanya telah gamblang
Terima kasih, sayang...
Dengan keadaan ini, pujangga muda telah terkapar dalam perih
Menggenggam dendam dalam temaram malam
Menyadarkan hakikat cinta terlewat
Pujangga muda telah terganti oleh pujangga lain dengan permainan kata yang jauh lebih melentingkan makna ke awan
Inilah hidup...
Terima kasih kisah lalu, terima kasih cinta terlewat,
Karenamu pujangga muda mampu berdiri lebih kokoh melawan dunia
Terima kasih... Terima kasih...
[Read More...]


 
Return to top of page Platinum Theme Converted into Blogger Template by HackTutors | Next Improved by Yudistya